Liverpool's German manager Jurgen Klopp reacts following the UEFA Champions League second leg quarter-final football match between Manchester City and Liverpool, at the Etihad Stadium in Manchester, north west England on April 10, 2018. Liverpol won the match 2-1. / AFP PHOTO / Paul ELLISPAUL ELLIS/AFP/Getty Images

Coach Liverpool Jurgen Klopp memperingatkan Real Madrid bahwa status mereka sebagai tim unggulan tak berarti apa-apa bagi Liverpool, terlebih jika mengingat memori final UCL tahun 2005 silam di Istanbul.

Tahun itu, skuat Liverpool dengan dipimpin oleh manajer Rafael Benitez secara mengejutkan mampu menembus partai final Liga Champions. Lawan yang dihadapi adalah raksasa asal Italia AC Milan.

Saat itu Milan dipenuhi banyak pemain kelas dunia. Sebut saja Paolo Maldini, Andrea Pirlo, hingga Hernan Crespo. Mereka juga diarsiteki pelatih sekaliber Carlo Ancelotti.

Skuat Liverpool sendiri tak memiliki banyak pemain yang mentereng. Alhasil mereka pun dianggap sebagai underdog di pertandingan tersebut. Di babak pertama status itu seakan tak terbantahkan karena Milan bisa unggul 3-0 dengan mudah.

Akan tetapi di babak kedua Liverpool mampu bangkit dan menyamakan skor menjadi 3-3. The Reds akhirnya mampu menang melalui adu penalti.

Sekarang ini, Liverpool juga berada dalam posisi tak diunggulkan saat berhadapan dengan Cristiano Ronaldo cs di Kiev. Namun Klopp menyebut situasi itu bisa jadi sangat menguntungkan anak-anak asuhnya.

“Liverpool benar-benar tidak difavoritkan pada 2005 [melawan AC Milan], dan itu sebelum mereka tertinggal 3-0,” serunya seperti dilansir Goal International.

“Sejujurnya, kami menyukai peran kami. Kami menyukai situasinya dan kami berada dalam momen yang bagus,” ujar Klopp.

“Real Madrid adalah tim dengan kualitas tertinggi untuk tiga kemenangan dalam tiga tahun, tetapi kami adalah Liverpool. Itu adalah sesuatu yang tidak boleh dilupakan,” tegasnya.