Akhirnya, Andres Iniesta beberkan alasan terbesarnya setelah memutuskan untuk pergi dari Barcelona pada akhir musim ini. Pemain yang segera membela klub kasta teratas Liga Jepang, Vissel Kobe, ini sebelumnya menyampaikan beberapa kemungkinan alasan ia akan pensiun. Kemungkinan tersebut disampaikan kala Andres Iniesta tanda tangani kontrak seumur hidup pada awal Oktober 2017.

“Saya akan berada di sini sampai tubuh saya, pikiran saya, dan semua yang harus saya berikan mengatakan itu sudah cukup.” ucap Iniesta dilansir BolaSport.com dari laman Football Espana. Namun, kontrak tersebut ia langkahi pada akhir bulan April 2018 dalam sebuah konferensi pers yang menyatakan bahwa ia akan hengkang dari Barcelona.

 Sebulan berselang, dalam sebuah wawancara, Andres Iniesta lantas menyampaikan alasan terbesarnya kala memutuskan untuk pergi. Ternyata, alasan yang mendalam ini memang tidak jauh dari prediksinya saat menandatangani kontrak pada Oktober 2017 lalu.

“(Keputusan) Itu sangat menuntut baik secara fisik maupun mental,” kata Iniesta dikutip BolaSport.com dari laman Marca.

 “Tubuhku memberitahuku bahwa aku telah memberikan segalanya,” ujar mantan kapten Barcelona ini menambahkan. Bahkan, Iniesta mengakui bahwa keputusannya untuk hengkang menyakiti hatinya lebih dari orang lain yang juga sedih atas kepergiannya.

“(Keputusan) itu lebih menyakitkan bagiku daripada (untuk) orang lain yang berharap aku tidak pergi selama satu atau dua tahun lagi, tapi itu adalah keputusan yang jujur,” ucap Iniesta.

Secara statistik, kondisi fisik Iniesta memang terlihat cukup menurun semenjak melewati usia 30 tahun. Dilansir BolaSport.com dari laman Transfermarkt, dalam periode Maret 2016 hingga April 2018, Iniesta telah menjalani 158 hari masa pemulihan dari empat cedera berbeda. Empat cedera tersebut adalah cedera lutut, cedera hamstring, cedera otot kaki, dan masalah pada abductor atau pangkal paha.

 Total, Iniesta harus menepi dalam 28 pertandingan bersama Lionel Messi dkk di semua ajang, lebih banyak dari kurun waktu 2011 hingga 2015 yang hanya absen pada 25 pertandingan.