Usai timnas Argentina kalah dari timnas Kroasia, Kamis (21/6/2018), muncul beberapa pertanyaan “mengapa Paulo Dybala tidak diturunkan sejak awal untuk membantu Lionel Messi?” Dalam laga melawan timnas Kroasia, Paulo Dybala sebenarnya diturunkan namun pada menit ke-68.

Namun, kehadiran Dybala tidak mengubah hasil timnas Argentina yang pada saat sang pemain masuk sedang tertinggal satu gol. Bahkan, timnas Argentina harus mengakhiri laga dengan kekalahan tiga gol tanpa balas akibat dua gol tambahan di akhir babak kedua.

Kekalahan ini juga mengundang gelombang di sosial media untuk pelatih timnas Argentina, Jorge Sampaoli, mencoba menduetkan Dybala dengan Messi. Terlebih, Sampaoli lebih kerap memainkan Maximilliano Meza yang kerap tuai kritikan karena permainannya yang kurang memuaskan.

Menanggapi keinginan penggemar untuk berduet dengan Messi di timnas Argentina, Dybala mengaku siap. “Messi tak punya pengganti baik di Argentina maupun Barcelona, jadi saya merasa bisa dijadikan teman duet yang pas,” kata Paulo Dybala seperti dilansir BolaSport.com dari Four Four Two.

“Kami harus menemukan cara untuk bisa bermain bersama karena seperti yang Anda bilang, saya sempat bermain di posisi yang sama dengan Messi,” ujar pemain Juventus ini menambahkan. Namun, rencana tersebut tampaknya mustahil terjadi, terlebih keputusan ada di tangan Jorge Sampaoli.

Pasalnya, sejak tahun 2017, Sampaoli mengaku sulit baginya memutuskan untuk menjadikan Dybala dan Messi sebagai duet maut. Sampaoli kemungkinan takkan turunkan keduanya sejak awal pertandingan sebagai pasangan tetap, meski sang pelatih menyadari bahwa Paulo Dybala adalah bakat luar biasa milik Argentina.

“Kita harus bermain untuk yang terbaik. Dybala adalah masa depan kita, kita tahu itu,” ucap Jorge Sampaoli dikutip BolaSport.com dari Football Italia pada 5 Oktober 2017. “Saat ini hanya ada satu masalah dan itu terkait dengan fakta bahwa dia dan Messi terlalu mirip,” kata sang pelatih.